Wednesday, March 15, 2006

Senang oh senang

Rupanya rasa senang, sedih, puas, cemas, dan teman-temannya memang hanya sepanjang penggaris. Yah, sebenarnya bukan ukuran penggaris yang dipakai aku dan agung pada pembicaraan malam itu, tetapi mumpuni lah. Sebuah pemikiran yang benar adanya.

Hari ini kita dapat kerjaan, pasti senang. Besok naik gaji, traktir teman-teman dan keluarga. Ya pasti senang. Tapi ukuran senang itu cuma segitu-gitu aja. Yang lebih ’nampol’ rasa sedih misalnya. Ada teman yang bukan main sedihnya karena ditinggal mati bapaknya, lalu dia meraung-raung. Habis dimakamkan, ya sudah. Berulang lagi ketika giliran ibunya. Sehabis acara pemakaman, ya sudah. Kembali lagi ke kegiatan sehari-hari.

Contoh yang terekstrem digunakan oleh agung. Yaitu ukuran kepuasan nafsu. Lah, kalau mentok2nya yang namanya gunung kepuasan itu segitu, mau sama siapa pun juga, dalam keadaan apapun juga (yang katanya kalau kurang kan bisa nambah terus) ya emang cuma segitu juga rasanya. Betul juga yah?

Mungkin esensinya ada di rasa yang katanya mbo’ jangan terlalu dirasai-rasai. Dibuat-buat gitu. Sedih ya sedih. Seneng ya seneng. Tapi ngono ya ngojo ngono. Setelah dipikir-pikir, sedih juga ya kalau hidup lurus aja, karena ternyata mencari kebahagiaan yang tiada habisnya itu ya cuma segitu aja rasanya.

Inti hidup mungkin adalah menjalani patron yang sudah ada. Dan buatku sekarang, ada yang lebih indah dari membahagiakan diri sendiri (yang nyatanya cuma sebentar sekali efeknya). Mungkin membahagiakan orang lain, membuat orang lain nyaman, membantu orang lain, efeknya akan menetap lebih lama di hatiku.

Saturday, March 11, 2006

Sebuah pencerahan

Saturday, jam segini di rumah dengerin Love Life-nya om Morrisey. Pernah tahu rasanya berada di sini, menjejak di sini, dan setengah lainnya entah terbawa di mana? Mungkin di atas pesawat, mungkin di negara lain, mungkin di khayal aku saja. Seperti tahu bahwa tidak pernah ada tanda titik bila kita berkata it's not over yet, the whole story is not over yet since i'm here, still breathing in this damn world.

Belajar dari pengalaman yang tidak selalu menyenangkan. Temanku yang keras itu selalu berkata, swallow it hard, swallow it hard and move. You're still alive. Dan sekarang penerapan itu semakin indah rasanya. Bila dia melakukan A, B sampai X sekalipun, terkadang karena dia memang harus melakukannya (tidak berlaku untuk kamu yang mengambil keputusan sepihak dan dalam keadaan begitu banyak pilihan!). Bukan berarti sayang berhenti di situ kan? Toh apa sih yang tersisa kalau rasa sudah tidak ada?
Hari ini jadi pengawas UTS. Kadang suka lupa kalau di S1 jarang ada open book, jadi tadi dengan santai masih 'mempersilahkan' mereka mengintip. Lewat lima menit, oh my God! Ini kan bukan S2 yang mau open book pun tidak akan bisa nyontek, plagiat apapun namanya melihat jawaban yang super duper panjang (dan analisis kali'!). Kesadaran yang nyaris terlambat ini sepertinya membuat mereka bt hahaha...

Image hosting by Photobucket

Siangnya nonton film Ekspedisi Madewa, yang agak-agak (banyak) kurangnya nih. Di bagian depan serasa nonton Babad Tanah Jawi dan please dong jangan memaksakan diri dengan budget terbatas membuat film tentang penelitian yang mengharuskan adegan lab-pemeriksaan-dll yang pasti kampring banget dengan tekhnologi pembuatan film yang belum terlalu oke. Akting lumayan banget kecuali satu tokoh anaknya profesor yang kesan galaknya terlalu dibuat-buat dan dialog yang rada metropolitan. Audio sedikit memelas dengan suara atmosfer yang menyaingi pembicaraan. Tapi ya sudahlah, masih ada tampang-tampang yang menghibur mata.

End up di citos dengan komposisi masa lalu yang rada aneh. Ada cumy dan ferly. Tapi lalu berdatangan secara tidak sengaja batur, ncrit, dedy. Pinacolada yang masih menyenangkan walau dengan ke-sungkan-an yang (cukup) wagu. Hahaha.....just kidding!

Tuesday, March 07, 2006

Coming home feeling

Hari ini Alto pulang, it's getting bigger and stronger. Seharusnya juga saya. Tapi rupanya saya masih tetap sama. Bahkan mungkin sebenarnya bisa lebih dalam lagi. Hanya path-nya berbicara lain. Saya satu-satunya yang tidak berubah. Masih saya yang dulu, tepatnya di hari minggu itu.

Monday, March 06, 2006

End of season

I am back. Dengan semua kejayusan tingkat tinggi yang memadai untuk kelas seserius EM IX. Bagaimana gerakan Toyota di pasar Jepang, US dan Eropa? Kemudian indahnya pemikiran ala tralili kembali melesak dan mengeluarkan pernyataan sebagai berikut; sudah untung mereka tidak mencoba pasar Indonesia. Akan mati strategi dia dengan adanya pasar jumat, pasar minggu, pasar pagi, pasar baru, dll. Damn! Yup saya yang lama sudah kembali, dengan pernak pernik tawa yang mengisyaratkan masa berkabung sudah usai.

kesabaran

Kata aline yang disampaikan pada aji,
mukaku mirip patung bunda maria..

Ya, tolong digaris bawahi pada kata patung,
karna bisa dapat seujung jempol kesabarannya saja,
sudah syukur-syukur minta ampun saya.

Sunday, March 05, 2006

lovely weekend

Weekend yang penuh dengan ngebrel-ngebrel sambil ningkring (bhs tongkrongan AC), mencari jati diri di tengah menderunya permasalahan yang ada. Jumat makan seafood fatmawati, tadi juga. Duh, siapa cih yang lagi ngidam? Hahaha...senangnya tadi mendapat banyak kuping dan mulut tambahan baru, untuk sekedar bertukar tips dan trik susahnya menjalin hubungan. Disebutkan namanya tika dan tepy. Serta dua orang lagi yang tidak jelas mondar mandir, mr. klik dan roma anthony.

Btw hari sabtu kemarin pertama kalinya saya deg2an motretin acara siramannya orang (ya emang siapa lagi masa monyet?). Duh klo gak ada si andry nyang baik hati entah jadi apa nasibku..hihihi...

Image hosting by Photobucket

Image hosting by Photobucket

Aku yang bukan saya

Aku ingin meraih kembali hidupku. Semua yang habis terbakar oleh amukan marahmu, hingga jadi potongan-potongan frame aku dan bukan kita. Aku ingin bernafas lega tanpa segumpal tanya di dada. Biar saja semua begini, seperti apa yang kamu mau. Mungkin sedikit banyak aku mengomel, menyakiti diri sendiri dengan harap yang pernah ada, tapi paling tidak aku masih hidup. Membuatku kuat, perlahan tapi pasti. Jadi pelan-pelan saja, waktu itu masih semu di mataku, dan untungnya ingatanku sangat terbatas.

Selangkah lagi

Ada yang bilang saya berubah. Mungkin saya hanya bisa bilang saya bergeser. Untuk sementara dan dalam memperjuangkan sebagian diri saya yang hilang. Agar saya bisa bertahan, dan nanti-nantinya kembali pada saya yang lama. Saya yang menjalani semua dengan nafas dan lompatan stacatto pada degup jantung.

Tidak akan lupa pada tangis semalam. Bermimpi yang begitu dekat bagai 1 cm di depan muka, dengan suara yang begitu bercokol pada gendang telinga. Mimpi menangis dan terbangun dengan sakit hati yang masih menempel. Lalu dilanjutkan dengan nyata-mimpi-nyata dan setetes hangat turuni lereng pipi.

Mungkin itulah penjabaran dari kata sayonara.

Saturday, March 04, 2006

Sedikit sisa rasa

Takut, ingin menggenggam abu, dari kertas memori yang terbakar amarah. Marah-marah, mu pada ku, atas usia yang berjalan dengan tik tok waktu yang terlalu cepat, atas retakan pada darah yang kau bawa, atas coreng moreng kanvas hati putihmu, atas kecilnya duniamu yang hampir semua tlah kau jajaki.

Entah apa yang tersisa, dari semua kecup sayang rindu, yang kusematkan bahkan pada udara yang kau lewati. Masih ada mimpi, dari harap yang dikuota begitu saja, dipotong di bagian klimaks, aku dengan langkah tergantung.

Kejemuan, ketakutan akan spasi diri, akan ikat mati adalah milikmu. Aku punya alibi, dan rasa serta janji sebagai pembela. Mana kesempatan untuk bicaraku? Pengadilan macam apa ini?!

Komposisi terbaik

Selamat datang rasa sakit,
kini kubuka pintu hati lebar-lebar,
yang katanya adalah pengusir terampuh,
tumbuh dari kepasrahan diri.

Selamat datang rasa sakit,
patah hati, rasa kecewa,
pengkhiatanan atas janji,
penuhi saja biar penuh,
dan tak ada ruang untuk si putus asa.

Wednesday, March 01, 2006

a quality lunch

Tadi subuh saya terbangun dengan tampang meringis. Heran ada apa dengan turunan penyakit yang satu ini, sama dengan my daddy, kalau lagi stres aka banyak pikiran pasti larinya ke perut. Tapi entah kenapa saya tidak bisa menghindari asam dan pedas secara tidak disengaja. Seperti hari ini contohnya, makan siang di poke sushi-crunchy spicy salmon plus kecap dan bumbu cabe super lezatnya. Makan sore di thai express-laksa dengan kuah nya yang aduhai pedas. Plus malam makan chicken katsu dengan sambel indah menangkring di ujung piring. Ampun deh! Maaf ya perut sayangku...

Image hosting by Photobucket

Lunch di poke sama dea

Ada apa dengan sekitar? Rasanya senang sekali mendengar febry teman sekelas di PM akan menikah januari depan, dan satu lagi kejutan yang menyenangkan dari ramadhani zulfianto aka dani yang rupanya sudah bertunangan tanggal 15 februari kemarin. Mungkin itulah yang menyenangkan dari sebuah rumah yang dibangun dari mimpi bersama. Tidak ada keterpaksaan dan tentu tidak dijalani dengan setengah hati.